DKM Al Ikhlas

June 13, 2007

Wajib mendidik keluarga agar taat kepada Allah

Filed under: Dakwah — jumat @ 2:52 am

Intisari Kajian Minggu Malam Musholla Al Ikhlash
Oleh : Dr Abdurrahman Albagdadi
Tgl : 10 Juni 2007 Ba’da Maghrib s/d ba’da Isya
Judul / Tema : Wajib mendidik keluarga agar taat kepada Allah

Pembahasan :

Suami Wajib mendidik istri dan anak untuk melaksanakan perintah Allah dan perintah rosulnya baik yang wajib maupun yang sunah, menjauhkan perbuatan yang dilarang Allah SWT. Baik yang haram maupun yang makruh.
Dalam Surat Thahaa ayat 132 :
Artinya :
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Ayat diatas merupakan perintah agar suami melakukan mendidik keluarga melakukan sholat dengan sabar baik yang wajib seperti sholat lima waktu ataupun yang sunah, seperi shalat Malam ( Tahajud ) dll.
Nabi membangunkan istri , anak dan mantu ( Fatimah dan ali ) untuk melaksanakan sholat malam Suami wajib mengajarkan istri, keluarga dan famili apa yang wajibkan oleh Alloh dan menjauhi apa yang dilarang agar selamat dari api neraka. Dan diharapkan menjadi contoh untuk keluarganya. Jangan melakukan suatu maksiat atau lalai mengerjakan yang wajib. Jangan malas sholat, jangan melakukan kebohongan kepada keluarga. Dan suami mengajak anak laki laki melakukan sholat ke mesjid dan bagi perempuan sholat bersama ibunya berjamaah di rumah.
Sebagai kepala keluarga seorang suami wajib menjaga keluarganya dari siksa api neraka; seperti yang termaktub dalam Alquran Surat At Tahrim ayat 6:
Artinya :
[66.6] Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Dimana api neraka mempunyai bahan bakar dari batu batu dan nyala selama lamanya. Dimana batu tsb merupakan ciptaan oleh Alloh SwT secara khusus sebagai bahan bakar yang tetap menyala selama-lamanya. Termasuk juga berhala-hala yabg dijadikan sesembahan selain Alloh AWT.

Pertanyaan :
Suami sudah melaksanakan mendidik anak untuk melaksanakan perintah Alloh swt akan tetapi lingkungan disekitar kita sangat mempunyai pengaruh. bagaimana menurut pendapat pak Ustadz?

Jawab :
Tanggung jawab bukan hanya di rumah tetapi juga dari sekolah yang islami, Negara harus mengontrol sekolah yang tidak islami termasuk sekolah-sekolah asing, Lingkungan juga harus saling membantu melaksanakan syariat agama atau menasehati , masyarakat harus melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Lingkungan yang Islami akan memudahkana orang tua untuk mengontrol anak dalam hal mendidik..
Orang tua harus selalu mengontrol anaknya dengan siapa mereka berteman dan bergaul di lingkungan mereka.

Tanya :
Orang tua tidak bisa mengontrol perbuatan anak seperti mengakses internet yang tidak boleh diakses anak. Gimana ?

Jawab :
Kita harus mencoba membuat opini agar warnet tidak boleh spt itu kepada public. Mengontrol teman anak anak kita agar supaya anak kita tidak melakukan maksiat. Akan tetapi pada dasarnya bila anak telah mempunyai akidah yang kuat maka akan membantu mereka dalam hal pergaulan mereka. Memang tanggung jawab orang tua jaman sekarang sangat berat karena lingkungan.

Anak perlu dipukul bila tidak mau sholat bila sudah baligh ,tetapi dalam hal ini dipukul sesuai dengan pendidikan ( memukul untuk mendidik bukan menyakiti dan membuat anak cacat ). Memukul tidak pakai alat tetapi hanya pakai tangan saja dan ringan saja. Dan sebaiknya anak sudah disuruh sholat sejak umur 7 tahun.

Tanya :
Ada dosen IAIN jogya menyatakan bahwa perempuan tidak perlu pakai jilbab, krn itu pakaian bangsa arab saja. Bagaimana pendapat pak Ustadz?.

Jawab :
Surat Al-Ahzab :59

Artinya :
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan dalam Surat Nuur ayat : 31

Artinya :
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Adalah ajaran dalam agama Islam bahwa wanita harus menutupi seluruh aurat dan mengenakan jilbab, dan ini adalah ketentuan dari Allah dan bukan marupakan tradisi atau kebudayaan bangsa Arab. Bangsa Arab dahulu tidak pernah memakai krudung dan pakaiannya beraneka mode ada yang tidak menutup dada atau leher dan ada yang tidak menutup betis. Jadi pakaian tradisional sangat berbeda dengan pakaian yang islami.

o Kehati-hatian dan kewaspadaan terhadapa kristenisasi yang gencar dengan membekali diri dan keluarga dengan ilmu agama yang cukup.

o Bagaimana hukumnya terhadap perhiasan yang terlihat yang dikenakan oleh seoarang wanita. Yang dimaksud disini adalah tidak memperlihatkan tempat-tempat dimana perhiasan tersebut ditempatkan.

Misalnya : Tidak memperlihatkan leher tempat dimana kalung ditempatkan
Tidak memperlihatkan betis tempat dimana gelang kaki ditempatkan

Perhiasan yang dipakai diluar pakaian hukumnya diperbolehkan tetapi dengan memperhatiakan kondisi sosial dan keaman dari masyarakat, dan aman dikenakan bagi pemakainya. Juga tidak dengan gaya yang dapat menarik perhatian kaum pria (tidak sampai tabarruj).

Setiap individu wajib menerapkan syariat Islam dilingkungan masing-masing dimulai dari lingkungan keluarga dirumah, dan membiasakan diri hidup secara Islam dikantor, dan tempat kerja lainnya.

Tanya:
Apakah seorang muslim boleh mendoakan non-muslim atau mengucapkan salam kpd mereka.

Jawab:
Kita boleh mendoakan kepada orang non muslim untuk urusan keduniawian misalnya : untuk kesembuhan dan kelancaran rezeki. Boleh juga mendoakan agar dia dapat hidayah dan masuk Islam. Tetapi mendoakan supaya diampuni dosa-dosanya adalah tidak boleh. Juga, kita tidak boleh memberi salam dan membalas salam dari orang non muslim sebagaimana kita balas untuk yang muslim, tapi cukup dengan \kata wa’alaikum.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: