DKM Al Ikhlas

June 22, 2007

Intisari Kajian 17 Juni 2007

Filed under: Dakwah — jumat @ 2:33 am

Intisari Kajian Minggu Malam Musholla Al Ikhlash
Oleh : Dr Abdurrahman Albagdadi
Tgl : 17 Juni 2007 Ba’da Maghrib s/d ba’da Isya
Tema : Wajib mendidik keluarga agar taat kepada Allah ( Lanjutan )

Kitab Riyadhush Sholihin Bab 38 – Lanjutan minggu lalu
Hadits 299. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “al-Hasan bin Ali radhiallahu ‘anhuma
mengambil sebiji buah kurma dari kurma hasil sedekah lalu dimasukkannya dalam
mulutnya. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kakh, kakh – jijik, jijik -, lemparkan itu, adakah engkau tidak tahu bahwasanya kita – golongan Bani Hasyim dan Bani Muththalib – itu tidak halal makan benda sedekah.” (Muttafaq ‘alaih)

Syarah (Keterangan )hadits:

Dari hadis di atas bisa diambil pelajaran dan hukum berikut:
a. Hadits menunjukan bahwa sedekah (zakat) harus diserahkan ke Negara. Pada jaman Nabi Zakat disimpan di mesjid.
b. Anak boleh masuk masjid, bila dimesjid harus diatur, diberi pelajaran baik adab di masjid juga shaf dalam sholat agar tidak menggangu kekhusyu’an jama’ah selama sholat.
c. Nabi menggunakan satau kata “ Keh..khak.” yang biasa di pakai untuk melarang anak-anak mengambil dan melakukan sesuatu yang tidak benar.
d. Sedekah dan zakat tidak diperbolehkan untuk keluarga nabi.
Dilanjutkan hadits berikutnya yaitu :
300. Dari Abu Hafsh yaitu Umar r.a. bin Abu Salamah, yakni Abdullah bin Abdul-asad.
Ia adalah anak tiri Rasulullah s.a.w. 31 katanya: “Saya pernah berada di pangkuan Rasulullah s.a.w. dan tanganku – ketika makan – berputar di seluruh penjuru piring, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda padaku:
“Hai anak, bacalah Bismillahi Ta’ala – sebelum makan – dan makanlah dengan tangan
kananmu, pula makanlah dari makanan yang ada di dekatmu saja.” Maka senantiasa
sedemikian itulah cara makanku sesudah itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Syarah (Keterangan ) dari hadits tsb :

A. Anak harus di ajarkan adab makan

  • Membaca Bismillah, bukan Bismillah hirohmanir rohim ( bacaan basmalah untuk membaca al Qur’an)
  • Makan dan minum dengan tangan kanan. Walupun makan makanan orang barat misalnya steak harus disesuaikan dengan cara makan orang Islam (memotong steak dengan pisau di tangan kanan dan memegang garpu di tangang kanan secara bergantian).
  • Mengambil makanan yang terdekat.
  • Untuk nasi, keberkahan ada di tengah, maka di ambil dari depan (terdekat) kemudian ambil yang ditengah sedikit, untuk menyisakan keberkahan bagi yang lainya.
  • Untuk mengapai keberkahan dalam makan, dapat dilakukan dengan makan bersama-sama keluarga atau teman.

B. Para sahabat nabi walupun masih kecil, langsung mengamalkan apa yang di ajarkan dan diamalkan selamanya sampai wafat . Demikian juga Umar bin Abi salamah
C. Wajib mendidik anak anak mengenal sopan santun ( beradab ). Baik terhadap orang tua , keluarga , tetanggan, teman, guru dll. Semua sahabat nabi selalu melaksanakan apa yang diperintahkan nabi baik berupa perintah maupun larangan Rasullulloh SAW.
Pertanyaan :
Adab sholat anak anak harus diatur , bagaimana bila shaf pertama belum penuh ?
Jawab :
Tetap shaf ditengah untuk anak anak , walaupun ada ruang kosong diantara orang tua didepan dan shaf anak anak. Misalnya di mushola kita biasanya jama’ah sholat kita 3 shaf, maka anak2 di atur untuk menempati shaf yang ke-empat, walaupun shaf yang di depannya tidak penuh
Katagori anak anak adalah anak anak dibawah umur 10 tahun pada umumnya.

Pertanyaan :
Adab makan waktu di acara resepsi perkawinan sambil berdiri?
Jawab :
Alangkah baiknya dalam undangan menyediakan kursi untuk paran undangan agar tidak makan sambil berdiri. Makan sambil berdiri ini berasal dari budaya barat. Kita dilarang untuk mengikuti cara mereka. Adab makan tidak boleh sambil bersandaran atau jongkok ataupun rebahan atau sambil berbaring.

Hadits berikut :
302. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari neneknya r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w.
bersabda:
“Perintahlah anak-anakmu untuk menjalankan shalat di waktu mereka berumur tujuh
tahun dan pukullah mereka, jikalau melalaikan shalat di waktu mereka berumur sepuluh
tahun. Juga pisahkanlah antara mereka itu dalam masing-masing tempat tidurnya.”
Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad yang hasan.

Pembahasan :
Pisahkaan tempat tidur anak pada usia 10 tahun antara anak laki laki dengan anak perempuan . Atau gunakan 2 selimut yang terpisah bila memang tudak punya kamar tidur lain. Anak laki laki dapat tidur bersama bapak dan anak perempuan dapat tidur bersama ibunya tanpa ada batas usia. Orang tua yang lalai melakukan ini maka Alloh akan menghisab. Anak anak tidak boleh masuk kekamar orang tua pada waktu malam setelah sholat isya , sebelum subuh dan pada saat menanggalkan pakaian luar ditengah hari tanpa izin terlebih dahulu. Maka dianjurkan untuk dikunci untuk waktu tersebut. Hal ini tercantum dalam surat An Nur ayat : 58.

58. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) Yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu]. mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Pertanyaan :
– Anak anak diajarkan tapi respon kurang karena meniru sinetron ?
Jawab :
– Bila anak sudah 6 tahun maka harus diajarkan adab dan sopan santun sesuai dengan ajaran islam seperti sholat di mesjid, berpuasa bulan Romadhon, bergaul sesama teman, masuk WC , makan, di ajarkan bersedekah dengan cara berikan uang agar sedekah langsung diberikan oleh anak kepada orang yang membutuhkan dll.
– Gaya hidup kita harus dirubah secara total, salah satunya adalah dengan menonton TV. Acara sinetron tidak boleh ditonton anak anak karena akan ditiru oleh anak anak. Sebaiknya acara TV diatas jam 8 malam ditiadakan supaya badan sehat, bangun malam utuk beribadah. Banyak acara di TV sekarang ini sudah tidak sesuai dengan ajaran islam ( acara TV tidak Islami lagi ).
– Gunakan teknik Reward dan Punishment ( Penghargaan dan hukuman ) dalam mengajarkan/ mendidik anak.

Pertanyaan :
Bagaimana pendapat pak Ustadz tentang adanya istilah Islam Kiri?
jawab :
Tidak ada istilah golongan kiri dalam islam, tidak boleh dikiaskan pada istilah ashabu shimal dalam Al Qur’an yang artinya kelompok yang menerima buku catatan amal perbuatan mereka dari arah kiri, karena konotasinya adalah negatif bila menggunakan isitilah golongan kiri yang berasal dari komunisme. Istilah golongan kiri dan kanan hanya ada di akhirat nanti pada waktu akan dihisab dan tidak ada hubungannya dengan ideolgoi dan filsafat tertentu.

Pertanyaan :
Apa pengertian menjihar istri ( Suami mengucapkan kata : “dirimu seperti punggung ibuku “ )? Bagaimana dengan ungkapan tersebut yang sepertinya hanya ungkapan bangsa arab.?

Jawab :
Ucapan tidak harus sama seperti ungkapan bahasa arab tersebut, namun segala ucapan yang mempunyai arti “mengharamkan” istrinya atas dirinya sebagimana diharamkan atas ibunya, maknanya tidak mesti sama denagn menjihar. Maksud kalimat diatas adalah mengharamkan istri menggauli suami yang mengatakan “ dirimu seperti punggung ibuku “. Hukumnya tidak sama dengan talak, hanya membayar denda seperti tercantum dalam alquran surat Al Mujadalah ayat ..

1. Sesungguhnya Allah telah mendengar Perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat [1461].
2. orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) Tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. dan Sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu Perkataan mungkar dan dusta. dan Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
3. orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, Maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
4. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), Maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak Kuasa (wajiblah atasnya) memberi Makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: