DKM Al Ikhlas

August 4, 2007

Nafkah dan Infaq

Filed under: Dakwah — jumat @ 8:43 am

Ringkasan Pengajian Mushalla Al Ikhlas

Oleh : Dr. Abdurrahman AlBagdadi

Tema: Mendermakan Harta

Bab : Tentang Infaq

Landasan : Q S Al Baqarah (267)

[QS 2:267] Hai orang orang yang beriman, Nafkahkanlah (di jalan Allah) Sebagian dari hasil usahamu yang baik – baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Dihimbau kepada kaum muslimin untuk menafkahkan hartanya yang masih baik, bila harta tersebut berbentuk uang maka keluarkanlah dari hasil yang baik / dari sumber yang halal. Kaum muslimin dihimbau untuk menafkahkan hartanya dari harta yang baik. Asal usul turunnya ayat ini adalah : ketika sahabat Nabi Abu Thalhah yang memiliki kebun kurma yang sering oleh Rasulullah meminum air jernih dari kebun tersebut yang akhirnya kebun tersebut di wakafkan kepada kerabat dan keluarganya.

Kesimpulan :

  • Harta yang diwakafkan bukanlah harta berupa uang tunai.

  • Wakaf harus harta yang berupa barang tidak bergerak; mis : Toko, gedung, mesjid, mushalla, sekolah dll.

Syarat untuk mewakafkan : Haruslah memiliki nilai manfaat.

Hukum wakah adalah : Sunah

Kerabat adalah yang paling berhak untuk mendapat santunan sebelum kita memberikannya kepada kaum muslimin lainnya. Dilarang untuk memberikan sedekah dari hasil bunga / menyedekahkan harta yang berasal dari usaha yang haram / tidak halal. Bangunan mesjid harus dibangun dari harta yang halal, bila diketahui dananya berasal dari harta haram, maka harus dibongkar bagian gedung mesjid tsb yang dibangun dananya berasal dari harta tidak halal. Dan apabila diketahui seluruh bangunan mesijid tsb dananya berasal dari harta tidak halal, maka seluruh bangunan mesjid harus dibongkar habis dan dibangun kembali dengan menggunakan harta yang halal.

Tidak setiap simpanan wajib untuk di zakati. Perhiasan yang dipakai sehari-hari yang tidak diperjual belikan tidak wajib di zakati.

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah. Oleh karena itu dana yang dipergunakan untuk pembangunan ataupun perawatan mesjid haruslah jelas asal usulnya sehingga tidaklah tepat untuk meminta sumbangan di tepi-tepi jalan karena yang memberi sumbangan bisa saja juga terdapat orang-orang kafir.

Tolak ukur dari mensedekahkan harta adalah harta yang berharga dan kita sayangi. Sehingga bukanlah bentuk harta yang Cuma sekedar kita sayangi saja, tetapi yang kita sayangi adalah harta yang bernilai tinggi.

Modal berupa uang yang berputar adalah yang diperhitungkan untuk dikeluarkan zakatnya. à Omzet dari usaha, sedangkan infra struktur usaha seperti pabrik , peralatan dan mesin-mesin tidaklah termasuk yang di keluarkan zakatnya.

Transaksi perdagangan saham seperti yang ada di BEJ tidak dihalalkan, karena sifat kepemilikan untuk investasinya bukanlah untuk bentuk investasi jangka panjang, dan hanya bersifat mengejar profit margin dari keuntungan fluktuasi harga saham.

Harta dalam bentuk piutang yang tidak bisa ditagih dianggap hilang dan tidak dikeluarkan zakatnya. Tetapi apabila piutang tersebut masih dibayarkan walau dicicil, maka tetap wajib hukumnya untuk dibayarkan zakatnya.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: