DKM Al Ikhlas

August 30, 2007

Tafsir Surat Al Ikhlash

Filed under: Dakwah,data DKM — jumat @ 2:04 am

BismillahirrahmaanirrahiimAllah berfirman.
Artinya :
“Katakanlah : “Dialah Allah, Yang Maha Esa” [Al-Ikhlash : 1]
“Allah adalah Ilah yang bergantung kepadaNya segala urusan” [Al-Ikhlash : 2]
“Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan” [Al-Ikhlash : 3]
“Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia” [Al-Ikhlash : 4]

Mengenai “basmalah” telah berlalu penjelasannya.

Sebab turunnya surat ini adalah, ketika orang musyrik atau orang Yahudi berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Beritakan kepada kami sifat Rabb-mu!” Kemudian Allah Ta’ala menurunkan surat ini [1]

Qul = “Katakanlah”. Pernyataan ini ditujukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan umatnya. “Huwa Allahu ahad” = “Dialah Allah Yang Maha Esa”. Menurut ahli I’rab, huwa adalah dhamir sya’n, dan lafdzul jalalah Allah khabar mubtada dan “Ahadun” khabar kedua. ‘Allahu Ash-Shomad’ kalimat tersendiri. “Allahu Ahadun” Yakni, Dia adalah Allah yang selalu kamu bicarakan dan yang selalu kamu memohon kepada-Nya. “Ahadun”. Yakni, Yang Maha Esa dalam kemuliaan dan keagungan-Nya, yang tiada bandingan-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Bahkan Dia Maha Esa dalam kemuliaan dan keagungan. “Allahu Ash-Shomad” adalah kalimat tersendiri Allah Ta’ala menjelaskan bahwa dia Ash-Shomad. Makna yang paling mencakup iallah Dia mempunyai sifat yang sempurna yang berbeda dengan semua mahkhluk-Nya.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Ash-Shomad ialah yang sempurna Keilmuan-Nya, Yang sempurna Kesantunan-Nya, Yang sempurna Keagungan-Nya, Yang sempurna Kekuasaan-Nya. Sampai akhir perkatan-Nya [2]. Ini artinya bahwa Allah Ta’ala tidak membutuhkan makhluk karena Dia Maha Sempurna. Dan juga tertera dalam tafsir bahwasanya As-Shamad ialah yang menangani semua urusan makhlukNy-Nya. Artinya, Bahwa seluruh makhluk sangat bergantung kepada Allah Ta’ala. Jadi, arti yang paling lengkap ialah : Dia Maha Sempurna dalam sifat-sifat-Nya dan seluruh makhluk sangat bergantung kepada-Nya.

“Lam yaalid”. Bahwa Allah Azza wa Jalla tidak mempunyai anak karena Dia adalah Dzat Yang Maha Muali dan Maha Agung, tidak ada yang serupa dengan-Nya. Seorang anak adalah sempalan dan bagian dari orang tuanya. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Fathimah Radhiyallahu ‘anha.

“Artinya : Ia adalah bahagian dari diriku” [3]

Allah Azza wa Jalla tidak ada yang serupa dengan-Nya. Anak merupakan salah satu kebutuhan manusia, baik untuk memenuhi kebutuhan dunia maupun untuk menjaga kesinambungan keturunan. Allah Azzan wa Jalla tidak memerlukan itu semua. Dia juga tidak dilahirkan karena tidak ada yang serupa dengan-Nya dan Allah Azza wa Jalla tidak memerlukan seorang dari makhluk-Nya. Allah telah mengisyaratkan bahwa mustahil bagi-Nya mempunyai anak, seperti dalam firman-Nya.

“Artinya : Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri ? Dia menciptakan segala sesuatu ‘ dan Dia mengetahui segala sesuatu” [Al-An’am : 101]

Seorang anak membutuhkan orang yang melahirkannya.

Demikianlah, Allah adalah Dzat Yang Menciptakan segala sesuatu. Jika Allah menciptakan segala sesuatu berarti Dia terpisah dari makhluk-Nya.

Dalam firman-Nya : Lam yaalid” = “tidak beranak” merupakan bantahan terhadap tiga kelompok anak Adam yang menyimpang. Mereka adalah orang Musyrik, orang Yahudi dan orang Nasrani. Orang musyrik meyakini bahwa malaikat yang mereka itu ‘Ibadur Rahman’ berjenis perempuan. Mereka mengatakan bahwa malaikat tersebut adalah anak perempuan Allah. Orang Yahudi mengatkan ‘Uzair adalah anak Allah, dan orang Nasrani mengatakan Al-masih adalah anak Allah. Kemudian Allah mengingkari mereka semua dengan firman-Nya “Lam yaalid wa lam yuu lad” = “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan”, karena Allah Azza wa Jalla adalah Dzat Yang Pertama, tidak ada sesuatu yang mendahului-Nya, bagaimana mungkin dikatakan bahwa Dia dilahirkan.

Firman Allah.

“Artinya : Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” [Al-Ikhlash : 4]

Yaitu tidak ada sesuatu pun yang menyamai seluruh sifat-sifat-Nya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menafikan Dirinya mempunyai ayah atau Dia dilahirkan atau ada yang semisal dengan-Nya.

Sureat ini mempunyai keistimewaan yang sangat agung. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Bahwa ia (surat Al-Ikhlash) menyamai sepertiga Al-Qur’an” [4]

Surat ini menyamai sepertiga Al-Qur’an tetapi tidak dapat menggantikan sepertiga Al-Qur’an tersebut. Dalilnya, kalau seorang membaca surat ini sebanyak tiga kali di dalam shalat, masih belum mencukupi sebelum ia membaca surat Al-Fatihah. Padahal jika ia membacanya tiga kali, seolah-olah ia membaca semua Al-Qur’an, tetapi tidak dapat mencukupinya. Jadi, kamu jangan heran ada sesuatu yang sebanding tetapi tidak mencukupi. Misalnya sabda Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Barangsiapa membaca :

“Artinya : Tiada ilah yang berhak disembah kecuali hanya Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nyalah segala kekuasaan dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu”

Seakan-akan ia telah membebaskan empat orang budak dari keuturunan Isma’il atau dari anak Ismail” [5]

Padahal jika ia berkewajiban untuk membebaskan empat orang hamba, dengan mengatakan dzikir ini saja tidak cukup untuk membebaskan dirinya dari kewajiban membebaskan hamba tersebut. Oleh karena itu, sam bandingnya sesuatu belum tentu dapat menggantikan posisi yang dibandingkan.

Surat ini dibaca Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada raka’at kedua shalat sunnah Fajr, shalat sunnah Maghrib dan shalat sunnah Thawaf [6]. Begitu juga beliau membacanya dalam shalat witir [7], karena surat ini merupakan landasan keikhlasan yang sempurna kepada Allah, inilah sebabnya dinamai dengan surat Al-Ikhlash.

[Disalin dari kitab Tafsir Juz ‘Amma, edisi Indonesia Tafsir Juz ‘Amma, penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari, penerbit At-Tibyan – Solo]

MARHABAN YA RAMADHAN

Marhaban barasal dari kata rahb yang berarti luas atau lapang. Marhaban menggambarkan suasana penerimaan tetamu yang disambut dan diterima dengan lapang dada, dan penuh kegembiraan. Marhaban ya Ramadhan (selamat datang Ramadhan), mengandungi arti bahwa kita menyambut Ramadhan dengan lapang dada, penuh kegembiraan, tidak dengan keluhan. Rasulullah sendiri senantiasa menyambut gembira setiap datangnya Ramadhan. Dan berita gembira itu disampaikan pula kepada para sahabatnya seraya bersabda: “Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah memfardlukan atas kamu puasanya. Di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh setan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan” (Hr. Ahmad) Marhaban Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci itu, karena kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan diasuh guna melanjutkan perjalanan menuju Allah swt. Perjalanan menuju Allah swt itu dilukiskan oleh para ulama salaf sebagai perjalanan yang banyak ujian dan tentangan. Ada gunung yang harus didaki, itulah nafsu. Digunung itu ada lereng yang curam, belukar yang hebat, bahkan banyak perompak yang mengancam, serta iblis yang merayu, agar perjalanan tidak dilanjutkan. Bertambah tinggi gunung didaki, bertambah hebat ancaman dan rayuan, semakin curam dan ganas pula perjalanan. Tetapi, bila tekad tetap membaja, sebentar lagi akan tampak cahaya benderang, dan saat itu akan tampak dengan jelas rambu-rambu jalan, tampak tempat-tempat yang indah untuk berteduh, serta telaga-telaga jernih untuk melepaskan dahaga. Dan bila perjalanan dilanjutkan akan ditemukan kendaraan Ar-Rahman untuk mengantar sang musafir bertemu dengan kekasihnya. Untuk sampai pada tujuan tentu diperlukankan bekal yang cukup. Bekal itu adalah benih-benih kebajikan yang harus kita tabur didalam jiwa kita. Tekad yang keras dan membaja untuk memerangi nafsu, agar kita mampu menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat dan tadarrus, serta siangnya dengan ibadah kepada Allah melalui pengabdian untuk agama.

Advertisements

August 28, 2007

Marhaban Ya Ramadhan

Filed under: Dakwah — jumat @ 9:17 am

Alhamdulillah kita sudah mencapai pertengahan bulan sya’ban, sebentar lagi bulan romadhon, mudah-mudahan kita semua diberi umur panjang serta kesehatan yang sempurna amin ya robbal alamin.
Pada bulan sya’ban ini kita disunatkan untuk memperbanyak shaum sunat karena nabi SAW hampir melakukan shaum disepanjang bulan sya’ban, nabi sengaja tidak shaum secara penuh di bulan sya’ban tersebut karena khawatir umatnya akan mengikutinya dan kemudian menjadikan puasa dibulan sya’ban tersebut menjadi wajib.
Ummu Salamah berkata : Kebiasaan nabi lebih banyak shaum di bulan sya’ban dibanding dengan bulan-bulan lainnya, nabi tidak melakukan shaum dengan penuh dibulan sya’ban supaya tidak ditiru oleh umatnya.
Aku tidak pernah melihat engkau puasa sebanyak ini dibulan sya’ban dibandingkan dengan bulan-bulan lain selain romadhon Nabi menjelaskan : Ini adalah bulan yang kurang diperhatikan, pada bulan sya’ban ini amal perbuatan disampaikan oleh malaikat kepada Allah SWT dan aku lebih senang kalau amalku disampaikan dimana aku dalam keadaan puasa.
Amal disampaikan / dilaporkan secara berkala yaitu mingguan dan tahunan dimana laporan mingguan dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis, sedangkan laporan tahunan atau lebih tepatnya tutup buku dilakukan setiap bulan sya’ban, jadi pada intinya kita dicontohkan oleh nabi SAW untuk banyak berpuasa di bulan sya’ban itu karena nabi senang kalau amalnya diserahkan kepada Allah SWT melalui malaikat dalam keadaan puasa.
Dibanyak daerah malam nisfu sya’ban sering diisi dengan melakukan sholat 6 rokaat atau ada juga yang melaksanakan sholat Al fiah yaitu shoalt 100 rokaat dengan masing-masing rokaat membaca suarat al-ikhlash sebanyak 100 kali., hal ini sama sekali tidak ada contoh maupun tuntunan dari Nabi SAW.
Dari Sunan Al-Baihaqi : pada suatu malam rusullullah SAW melakukan sholat malam kemudian sujudnya lama sekali sehingga aku ( Aisyah ) khawatir nabi telah meninggal dunia,kemudian dia mencoba menyentuh kaki rosul dan kemudian kaki rosul bergerak, dalam sujud itu kemudian nabi berdo’a dengan suara yang agak keras sehingga terdengar , dalam do’a nya nabi berlindung kepada Allah SWT dari adzab Nya dan memohon keridhoannya dari Allah SWT, memohon keberkahan, panjang umur dan dijauhkan dari mara bahaya. Setelah selesai sholat kemudian nabi berkata ya humairah : apakah kamu mengira diam-diam akau meninggalkanmu , kemudian Aisyah menjawab :tidak ya Rosul , karena sesungguhnya aku khawatir akan keselamatanmu dan kemudian nabi bertanya : Tahukan kamu malam apakah ini ? kata nabi malam ini adalah malam nisyfu sya’ban dimana Allah menurunkan keberkahannya.
Adapun perbedaan sholat malam yang dilakukan nabi pada bulan Sya’ban dan sholat malam lainnya ialah : pada sholat malam di bulan sya’ban nabi melakukannya sujud lebih lama dari pada berdirinya, sedangkan pada sholat malam selain bulan sya’ban nabi memanjangkan ( me-lama-kan ) berdirinya dibandingkan dengan waktu sujudnya.

August 4, 2007

Nafkah dan Infaq

Filed under: Dakwah — jumat @ 8:43 am

Ringkasan Pengajian Mushalla Al Ikhlas

Oleh : Dr. Abdurrahman AlBagdadi

Tema: Mendermakan Harta

Bab : Tentang Infaq

Landasan : Q S Al Baqarah (267)

[QS 2:267] Hai orang orang yang beriman, Nafkahkanlah (di jalan Allah) Sebagian dari hasil usahamu yang baik – baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Dihimbau kepada kaum muslimin untuk menafkahkan hartanya yang masih baik, bila harta tersebut berbentuk uang maka keluarkanlah dari hasil yang baik / dari sumber yang halal. Kaum muslimin dihimbau untuk menafkahkan hartanya dari harta yang baik. Asal usul turunnya ayat ini adalah : ketika sahabat Nabi Abu Thalhah yang memiliki kebun kurma yang sering oleh Rasulullah meminum air jernih dari kebun tersebut yang akhirnya kebun tersebut di wakafkan kepada kerabat dan keluarganya.

Kesimpulan :

  • Harta yang diwakafkan bukanlah harta berupa uang tunai.

  • Wakaf harus harta yang berupa barang tidak bergerak; mis : Toko, gedung, mesjid, mushalla, sekolah dll.

Syarat untuk mewakafkan : Haruslah memiliki nilai manfaat.

Hukum wakah adalah : Sunah

Kerabat adalah yang paling berhak untuk mendapat santunan sebelum kita memberikannya kepada kaum muslimin lainnya. Dilarang untuk memberikan sedekah dari hasil bunga / menyedekahkan harta yang berasal dari usaha yang haram / tidak halal. Bangunan mesjid harus dibangun dari harta yang halal, bila diketahui dananya berasal dari harta haram, maka harus dibongkar bagian gedung mesjid tsb yang dibangun dananya berasal dari harta tidak halal. Dan apabila diketahui seluruh bangunan mesijid tsb dananya berasal dari harta tidak halal, maka seluruh bangunan mesjid harus dibongkar habis dan dibangun kembali dengan menggunakan harta yang halal.

Tidak setiap simpanan wajib untuk di zakati. Perhiasan yang dipakai sehari-hari yang tidak diperjual belikan tidak wajib di zakati.

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah. Oleh karena itu dana yang dipergunakan untuk pembangunan ataupun perawatan mesjid haruslah jelas asal usulnya sehingga tidaklah tepat untuk meminta sumbangan di tepi-tepi jalan karena yang memberi sumbangan bisa saja juga terdapat orang-orang kafir.

Tolak ukur dari mensedekahkan harta adalah harta yang berharga dan kita sayangi. Sehingga bukanlah bentuk harta yang Cuma sekedar kita sayangi saja, tetapi yang kita sayangi adalah harta yang bernilai tinggi.

Modal berupa uang yang berputar adalah yang diperhitungkan untuk dikeluarkan zakatnya. à Omzet dari usaha, sedangkan infra struktur usaha seperti pabrik , peralatan dan mesin-mesin tidaklah termasuk yang di keluarkan zakatnya.

Transaksi perdagangan saham seperti yang ada di BEJ tidak dihalalkan, karena sifat kepemilikan untuk investasinya bukanlah untuk bentuk investasi jangka panjang, dan hanya bersifat mengejar profit margin dari keuntungan fluktuasi harga saham.

Harta dalam bentuk piutang yang tidak bisa ditagih dianggap hilang dan tidak dikeluarkan zakatnya. Tetapi apabila piutang tersebut masih dibayarkan walau dicicil, maka tetap wajib hukumnya untuk dibayarkan zakatnya.

Adab Masuk Masjid

Filed under: Dakwah — jumat @ 8:29 am

Pakailah pakaianmu yang baik ketika kamu mendatangi masjid untuk melaksanakan sholat, juga pakailah wangi-wangian yang bebas dari alcohol.
Tidaklah pantas kalau kita memakai pakaian kotor, sobek ataupun pakaian yang bau lainnya yang kurang sedap pada saat kita akan melakukan sholat.
Barang siapa wudlu ( dirumah) dengan niat akan melaksanakan sholat, kemudian ia jalan menuju ke masjid berangkat dari rumahnya kemudian dia melaksanakan sholat berjamaah di masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Kalau disuatu tempat tidak ada masjid,misalnya masjid yang ada terkena bencana musibah gempa sehingga rusak, maka lakukanlah sholat berjamaah tersebut dihalaman masjid atau tempat tempat tertentu yang dapat digunakan untuk sholat secara berjamaah.

Adab Mendatangi masjid :

1. Nabi melarang memakan bawang merah, bawang putih, bawang Bombay ( mungkin kalau di Indonesia termasuk Pete atau jengkol) yang mentah karena menyisakan bau yang menyengat dan kurang sedap sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu kekhusukan jamaah lainnya. Barang siapa makan makanan tersebut sebaiknya ia menjauhi masjid dan melakukan sholat di rumah, oleh karena itu kalau memang senang dengan makanan tersebut maka sebaiknya dimakan setelah selesai melaksanakan sholat . Diriwayatkan para malaikatpun juga terganggu dengan bau makanan tersebut .

2. Dianjurkan untuk lebih awal atau besegera ke masjid apabila sudah dikumandangkan adzan . “ Andaikata manusia tahu pahala orang yang datang pada awal sholat dan kemudian sholat di shaf paling depan ( pertama )maka niscaya mereka akan saling berebut untuk mendapatkannya, bahkan kalau jamahnya sangat banyak bisa kemungkinan shaf pertama tersebut akan diundi. Dan Andaikata mereka tahu pahala melakukan sholat isha’ dan solat subuh secara berjamaah niscaya mereka akan melakukannya walaupun dengan jalan merangkak

3. Tidak menggunakan wangi-wangian yang mengandung Alkohol, karena alcohol termasuk bahan baku khomar, dimana khomar adalah hukumnya najis, jadi wangi-wangian yang mengandung alcohol hukumnya menjadi haram.

4. Sakinah,tenang di masjid, apabila kita terlambat datang di masjid, padahal sudah terdengar iqamah atau sudah mulai sholat ( masbuk), maka sebaiknya kita tetap jalan dengan tenang , karena pahala tiap langkah tetap akan diperhitungkannya.Suatu hari tatkala sudah mulai sholat , nabi mendengar suara gaduh kemudian setelah selesai sholat nabi bertanya kenapa ?rupanya para jamah yang datang terlambat tersebut pada berlarian karena mereka takut kehilangan rokaat pertamanya, kemudian nabi bersabda : tetaplah kalian berjalan dengan penuh sakinah (tenang) kemudian lengkapilah kekurangannya.

Pertanyaan – pertanyaan:
1. Bagaimana dengan orang yang tidak suka memakai wangi-wangian padahal sebetulnya dia itu mempunyai bau keringat yang menyengat ? Memang hal seperti itu sering terjadi maka alangkah bijaksananya kita kalau kita membawa wangi-wangian yang kita oleskan sedikt di wajah dan dekat hidung kita sehingga kita tidak terganggu, atau bisa juga kita tawarkan kepada orang tersebut untuk diolesi wangi-wangian tersebut di baju atau ditangannya sehingga pada saat sholat kita tidak terganggu oleh bau tersebut atau minimal berkurang sehingga sholat kita tidak terganggu dan bisa khusuk.
2.

June 22, 2007

Intisari Kajian 17 Juni 2007

Filed under: Dakwah — jumat @ 2:33 am

Intisari Kajian Minggu Malam Musholla Al Ikhlash
Oleh : Dr Abdurrahman Albagdadi
Tgl : 17 Juni 2007 Ba’da Maghrib s/d ba’da Isya
Tema : Wajib mendidik keluarga agar taat kepada Allah ( Lanjutan )

Kitab Riyadhush Sholihin Bab 38 – Lanjutan minggu lalu
Hadits 299. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “al-Hasan bin Ali radhiallahu ‘anhuma
mengambil sebiji buah kurma dari kurma hasil sedekah lalu dimasukkannya dalam
mulutnya. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kakh, kakh – jijik, jijik -, lemparkan itu, adakah engkau tidak tahu bahwasanya kita – golongan Bani Hasyim dan Bani Muththalib – itu tidak halal makan benda sedekah.” (Muttafaq ‘alaih)

Syarah (Keterangan )hadits:

Dari hadis di atas bisa diambil pelajaran dan hukum berikut:
a. Hadits menunjukan bahwa sedekah (zakat) harus diserahkan ke Negara. Pada jaman Nabi Zakat disimpan di mesjid.
b. Anak boleh masuk masjid, bila dimesjid harus diatur, diberi pelajaran baik adab di masjid juga shaf dalam sholat agar tidak menggangu kekhusyu’an jama’ah selama sholat.
c. Nabi menggunakan satau kata “ Keh..khak.” yang biasa di pakai untuk melarang anak-anak mengambil dan melakukan sesuatu yang tidak benar.
d. Sedekah dan zakat tidak diperbolehkan untuk keluarga nabi.
Dilanjutkan hadits berikutnya yaitu :
300. Dari Abu Hafsh yaitu Umar r.a. bin Abu Salamah, yakni Abdullah bin Abdul-asad.
Ia adalah anak tiri Rasulullah s.a.w. 31 katanya: “Saya pernah berada di pangkuan Rasulullah s.a.w. dan tanganku – ketika makan – berputar di seluruh penjuru piring, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda padaku:
“Hai anak, bacalah Bismillahi Ta’ala – sebelum makan – dan makanlah dengan tangan
kananmu, pula makanlah dari makanan yang ada di dekatmu saja.” Maka senantiasa
sedemikian itulah cara makanku sesudah itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Syarah (Keterangan ) dari hadits tsb :

A. Anak harus di ajarkan adab makan

  • Membaca Bismillah, bukan Bismillah hirohmanir rohim ( bacaan basmalah untuk membaca al Qur’an)
  • Makan dan minum dengan tangan kanan. Walupun makan makanan orang barat misalnya steak harus disesuaikan dengan cara makan orang Islam (memotong steak dengan pisau di tangan kanan dan memegang garpu di tangang kanan secara bergantian).
  • Mengambil makanan yang terdekat.
  • Untuk nasi, keberkahan ada di tengah, maka di ambil dari depan (terdekat) kemudian ambil yang ditengah sedikit, untuk menyisakan keberkahan bagi yang lainya.
  • Untuk mengapai keberkahan dalam makan, dapat dilakukan dengan makan bersama-sama keluarga atau teman.

B. Para sahabat nabi walupun masih kecil, langsung mengamalkan apa yang di ajarkan dan diamalkan selamanya sampai wafat . Demikian juga Umar bin Abi salamah
C. Wajib mendidik anak anak mengenal sopan santun ( beradab ). Baik terhadap orang tua , keluarga , tetanggan, teman, guru dll. Semua sahabat nabi selalu melaksanakan apa yang diperintahkan nabi baik berupa perintah maupun larangan Rasullulloh SAW.
Pertanyaan :
Adab sholat anak anak harus diatur , bagaimana bila shaf pertama belum penuh ?
Jawab :
Tetap shaf ditengah untuk anak anak , walaupun ada ruang kosong diantara orang tua didepan dan shaf anak anak. Misalnya di mushola kita biasanya jama’ah sholat kita 3 shaf, maka anak2 di atur untuk menempati shaf yang ke-empat, walaupun shaf yang di depannya tidak penuh
Katagori anak anak adalah anak anak dibawah umur 10 tahun pada umumnya.

Pertanyaan :
Adab makan waktu di acara resepsi perkawinan sambil berdiri?
Jawab :
Alangkah baiknya dalam undangan menyediakan kursi untuk paran undangan agar tidak makan sambil berdiri. Makan sambil berdiri ini berasal dari budaya barat. Kita dilarang untuk mengikuti cara mereka. Adab makan tidak boleh sambil bersandaran atau jongkok ataupun rebahan atau sambil berbaring.

Hadits berikut :
302. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari neneknya r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w.
bersabda:
“Perintahlah anak-anakmu untuk menjalankan shalat di waktu mereka berumur tujuh
tahun dan pukullah mereka, jikalau melalaikan shalat di waktu mereka berumur sepuluh
tahun. Juga pisahkanlah antara mereka itu dalam masing-masing tempat tidurnya.”
Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad yang hasan.

Pembahasan :
Pisahkaan tempat tidur anak pada usia 10 tahun antara anak laki laki dengan anak perempuan . Atau gunakan 2 selimut yang terpisah bila memang tudak punya kamar tidur lain. Anak laki laki dapat tidur bersama bapak dan anak perempuan dapat tidur bersama ibunya tanpa ada batas usia. Orang tua yang lalai melakukan ini maka Alloh akan menghisab. Anak anak tidak boleh masuk kekamar orang tua pada waktu malam setelah sholat isya , sebelum subuh dan pada saat menanggalkan pakaian luar ditengah hari tanpa izin terlebih dahulu. Maka dianjurkan untuk dikunci untuk waktu tersebut. Hal ini tercantum dalam surat An Nur ayat : 58.

58. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) Yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu]. mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Pertanyaan :
– Anak anak diajarkan tapi respon kurang karena meniru sinetron ?
Jawab :
– Bila anak sudah 6 tahun maka harus diajarkan adab dan sopan santun sesuai dengan ajaran islam seperti sholat di mesjid, berpuasa bulan Romadhon, bergaul sesama teman, masuk WC , makan, di ajarkan bersedekah dengan cara berikan uang agar sedekah langsung diberikan oleh anak kepada orang yang membutuhkan dll.
– Gaya hidup kita harus dirubah secara total, salah satunya adalah dengan menonton TV. Acara sinetron tidak boleh ditonton anak anak karena akan ditiru oleh anak anak. Sebaiknya acara TV diatas jam 8 malam ditiadakan supaya badan sehat, bangun malam utuk beribadah. Banyak acara di TV sekarang ini sudah tidak sesuai dengan ajaran islam ( acara TV tidak Islami lagi ).
– Gunakan teknik Reward dan Punishment ( Penghargaan dan hukuman ) dalam mengajarkan/ mendidik anak.

Pertanyaan :
Bagaimana pendapat pak Ustadz tentang adanya istilah Islam Kiri?
jawab :
Tidak ada istilah golongan kiri dalam islam, tidak boleh dikiaskan pada istilah ashabu shimal dalam Al Qur’an yang artinya kelompok yang menerima buku catatan amal perbuatan mereka dari arah kiri, karena konotasinya adalah negatif bila menggunakan isitilah golongan kiri yang berasal dari komunisme. Istilah golongan kiri dan kanan hanya ada di akhirat nanti pada waktu akan dihisab dan tidak ada hubungannya dengan ideolgoi dan filsafat tertentu.

Pertanyaan :
Apa pengertian menjihar istri ( Suami mengucapkan kata : “dirimu seperti punggung ibuku “ )? Bagaimana dengan ungkapan tersebut yang sepertinya hanya ungkapan bangsa arab.?

Jawab :
Ucapan tidak harus sama seperti ungkapan bahasa arab tersebut, namun segala ucapan yang mempunyai arti “mengharamkan” istrinya atas dirinya sebagimana diharamkan atas ibunya, maknanya tidak mesti sama denagn menjihar. Maksud kalimat diatas adalah mengharamkan istri menggauli suami yang mengatakan “ dirimu seperti punggung ibuku “. Hukumnya tidak sama dengan talak, hanya membayar denda seperti tercantum dalam alquran surat Al Mujadalah ayat ..

1. Sesungguhnya Allah telah mendengar Perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat [1461].
2. orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) Tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. dan Sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu Perkataan mungkar dan dusta. dan Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
3. orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, Maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
4. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), Maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak Kuasa (wajiblah atasnya) memberi Makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

June 13, 2007

Wajib mendidik keluarga agar taat kepada Allah

Filed under: Dakwah — jumat @ 2:52 am

Intisari Kajian Minggu Malam Musholla Al Ikhlash
Oleh : Dr Abdurrahman Albagdadi
Tgl : 10 Juni 2007 Ba’da Maghrib s/d ba’da Isya
Judul / Tema : Wajib mendidik keluarga agar taat kepada Allah

Pembahasan :

Suami Wajib mendidik istri dan anak untuk melaksanakan perintah Allah dan perintah rosulnya baik yang wajib maupun yang sunah, menjauhkan perbuatan yang dilarang Allah SWT. Baik yang haram maupun yang makruh.
Dalam Surat Thahaa ayat 132 :
Artinya :
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Ayat diatas merupakan perintah agar suami melakukan mendidik keluarga melakukan sholat dengan sabar baik yang wajib seperti sholat lima waktu ataupun yang sunah, seperi shalat Malam ( Tahajud ) dll.
Nabi membangunkan istri , anak dan mantu ( Fatimah dan ali ) untuk melaksanakan sholat malam Suami wajib mengajarkan istri, keluarga dan famili apa yang wajibkan oleh Alloh dan menjauhi apa yang dilarang agar selamat dari api neraka. Dan diharapkan menjadi contoh untuk keluarganya. Jangan melakukan suatu maksiat atau lalai mengerjakan yang wajib. Jangan malas sholat, jangan melakukan kebohongan kepada keluarga. Dan suami mengajak anak laki laki melakukan sholat ke mesjid dan bagi perempuan sholat bersama ibunya berjamaah di rumah.
Sebagai kepala keluarga seorang suami wajib menjaga keluarganya dari siksa api neraka; seperti yang termaktub dalam Alquran Surat At Tahrim ayat 6:
Artinya :
[66.6] Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Dimana api neraka mempunyai bahan bakar dari batu batu dan nyala selama lamanya. Dimana batu tsb merupakan ciptaan oleh Alloh SwT secara khusus sebagai bahan bakar yang tetap menyala selama-lamanya. Termasuk juga berhala-hala yabg dijadikan sesembahan selain Alloh AWT.

Pertanyaan :
Suami sudah melaksanakan mendidik anak untuk melaksanakan perintah Alloh swt akan tetapi lingkungan disekitar kita sangat mempunyai pengaruh. bagaimana menurut pendapat pak Ustadz?

Jawab :
Tanggung jawab bukan hanya di rumah tetapi juga dari sekolah yang islami, Negara harus mengontrol sekolah yang tidak islami termasuk sekolah-sekolah asing, Lingkungan juga harus saling membantu melaksanakan syariat agama atau menasehati , masyarakat harus melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Lingkungan yang Islami akan memudahkana orang tua untuk mengontrol anak dalam hal mendidik..
Orang tua harus selalu mengontrol anaknya dengan siapa mereka berteman dan bergaul di lingkungan mereka.

Tanya :
Orang tua tidak bisa mengontrol perbuatan anak seperti mengakses internet yang tidak boleh diakses anak. Gimana ?

Jawab :
Kita harus mencoba membuat opini agar warnet tidak boleh spt itu kepada public. Mengontrol teman anak anak kita agar supaya anak kita tidak melakukan maksiat. Akan tetapi pada dasarnya bila anak telah mempunyai akidah yang kuat maka akan membantu mereka dalam hal pergaulan mereka. Memang tanggung jawab orang tua jaman sekarang sangat berat karena lingkungan.

Anak perlu dipukul bila tidak mau sholat bila sudah baligh ,tetapi dalam hal ini dipukul sesuai dengan pendidikan ( memukul untuk mendidik bukan menyakiti dan membuat anak cacat ). Memukul tidak pakai alat tetapi hanya pakai tangan saja dan ringan saja. Dan sebaiknya anak sudah disuruh sholat sejak umur 7 tahun.

Tanya :
Ada dosen IAIN jogya menyatakan bahwa perempuan tidak perlu pakai jilbab, krn itu pakaian bangsa arab saja. Bagaimana pendapat pak Ustadz?.

Jawab :
Surat Al-Ahzab :59

Artinya :
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan dalam Surat Nuur ayat : 31

Artinya :
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Adalah ajaran dalam agama Islam bahwa wanita harus menutupi seluruh aurat dan mengenakan jilbab, dan ini adalah ketentuan dari Allah dan bukan marupakan tradisi atau kebudayaan bangsa Arab. Bangsa Arab dahulu tidak pernah memakai krudung dan pakaiannya beraneka mode ada yang tidak menutup dada atau leher dan ada yang tidak menutup betis. Jadi pakaian tradisional sangat berbeda dengan pakaian yang islami.

o Kehati-hatian dan kewaspadaan terhadapa kristenisasi yang gencar dengan membekali diri dan keluarga dengan ilmu agama yang cukup.

o Bagaimana hukumnya terhadap perhiasan yang terlihat yang dikenakan oleh seoarang wanita. Yang dimaksud disini adalah tidak memperlihatkan tempat-tempat dimana perhiasan tersebut ditempatkan.

Misalnya : Tidak memperlihatkan leher tempat dimana kalung ditempatkan
Tidak memperlihatkan betis tempat dimana gelang kaki ditempatkan

Perhiasan yang dipakai diluar pakaian hukumnya diperbolehkan tetapi dengan memperhatiakan kondisi sosial dan keaman dari masyarakat, dan aman dikenakan bagi pemakainya. Juga tidak dengan gaya yang dapat menarik perhatian kaum pria (tidak sampai tabarruj).

Setiap individu wajib menerapkan syariat Islam dilingkungan masing-masing dimulai dari lingkungan keluarga dirumah, dan membiasakan diri hidup secara Islam dikantor, dan tempat kerja lainnya.

Tanya:
Apakah seorang muslim boleh mendoakan non-muslim atau mengucapkan salam kpd mereka.

Jawab:
Kita boleh mendoakan kepada orang non muslim untuk urusan keduniawian misalnya : untuk kesembuhan dan kelancaran rezeki. Boleh juga mendoakan agar dia dapat hidayah dan masuk Islam. Tetapi mendoakan supaya diampuni dosa-dosanya adalah tidak boleh. Juga, kita tidak boleh memberi salam dan membalas salam dari orang non muslim sebagaimana kita balas untuk yang muslim, tapi cukup dengan \kata wa’alaikum.

May 8, 2007

Program Kerja Bidang Dakwah dan Ubudiyah

Filed under: Dakwah — jumat @ 6:35 am

Program Kerja Bidang Dakwah dan Ubudiyah
1. Pembacaan Tafsir Ibnu katsir terbitan : Pustaka Imam Syafi’i 8 Jilid total = Rp. 800.000
2. Mudzakarah Sabtu Subuh
3. Pembacaan HR. Bukhori dan Muslim isya
4. Tafsir Alquran dengan Ustad DR. H. Abdurrahman Al-Baqdadi
5. Pembahasan Fiqh dengan Ustad DR. H. Abdurrahman Al-Baqdadi
6. Kunjungan Muslim Sekitar
7. PHBI Isro’ Mi’raj
8. Paket Umroh
9. Paket Ramadhan Tahun 1428 H
10. Paket I’tikaf Ramadhan 1428 H
11. PHBI Idhul Fitri Tahun 1428 H
12. PHBI Idhul Adha Tahun 1428 H

Create a free website or blog at WordPress.com.